happy
embun
aktive
bamboo raft
mandiri
   
Anda dapat menghubungi LP2ES secara langsung, di bawah ini:

Telemarketing 
Program 
Marketing 
Bagaimana Memulai Usaha Rumahan Saat Bekerja Full Time

Memulai usaha rumahan adalah impian setiap orang. Mereka menginginkan kebebasan dengan bekerja dari rumah. Mereka menginginkan fleksibilitas dimana bisnis yang dilakukan dari rumah memberikan waktu


Selamat Datang
Jenis Dan Manfaat Tanaman Obat (2)
http://mail.lp2es.com

Oleh : BALITTRO

11. Beluntas (Pluchea indica L.)
Daun beluntas banyak dimanfaatkan di daerah Jawa Barat untuk tanaman obat/lalab dan dimakan mentah. Tanaman ini memiliki khasiat sebagai obat untuk mengatasi bau badan, keputihan, menambah nafsu makan, membantu pencernaan, menurunkan panas, dan peluruh keringat, mengobati tbc kelenjar leher rahim, nyeri rhuematik, sakit pinggang, dan lain lain (Wijayakusumah et al., 1994). Beluntas juga berkhasiat sebagai anti virus.

 


12. Sambung nyawa (Gynura procumbens).
Daun sambung nyawa biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lalap terutama di daerah Jawa Barat. Daun sambung nyawa juga dikenal sebagai tanaman obat. Masyarakat sering memanfaatkan daun sambung nyawa untuk obat sakit gigi, dan anti kanker.

 

13. Labu siam (Sechiun edule).
Labu siam atau labu jipang merupakan tanaman obat buah yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Buah labu banyak mengandung vitamin dan mineral. Buah labu juga dikenal sebagai obat terutama untuk menurunkan kadar trigliserida dalam darah apabila diberikan dalam bentuk jus buah segar, disamping itu juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi.


14. Papaya (Carica papaya)
Pepaya memiliki bermacam-macam bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat mulai dari daun, bunga dan juga buah. Daun pepaya mengandung enzime papain, carpain, pseudo-carpaine, nicotine, continine, myosmine, glykosida carposide, dll Buahnya mengandung vitamin A, B dan C. Pepaya termasuk salah satu tanaman yang oleh WHO diangap sangat penting untuk sumber obat-obatan alami. Daun pepaya sudah digunakan sebagai bahan ramuan obat di 23 negara dan mendapat prioritas sebagai tanaman obat utama menurut WHO.
Bunga pepaya mengandung khasiat sebagai anti tumor. Daun pepaya bersifat sebagai anti oksidan, sari rapat, obat penyembuh luka setelah melahirkan, mengencangkan otot vagina, menurnukan tekanan darah tinggi, mencegah perkembangan sel tumor dan menurunkan pembengkakan hati (Kardono et al., 2003). Manfaat empiris dari daun pepaya adalah getah daun muda dari pepaya gandul untuk obat pencahar, daun merangsang sekresi empedu, obat sakit perut, demam malaria, penyakit cacing, membantu proses pencernaan. Penelitian mengenai khasiat daun pepaya yang diambil dari berbagai sumber menunjukkan bahwa papain pada daun pepaya memiliki efek terapi pada penderita inflamasi/ pembengkakan pada organ hati, mata, kelamin dan usus halus. Pembengkakan organ hati ditemukan pada penyakit DBD. Disamping itu daun pepaya juga memiliki aktivitas anti oksidan, anti koagulan, menyembuhkan luka lambung dan usus.


15. Lidah buaya (Aloe vera).
Tanaman lidah buaya sudah lama berkembang di masyarakat dan dikenal sebagai obat untuk penyubur rambut. Lidah buaya ternyata memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik seperti protein 0.08 %, lemak 0.067 %, karbohidrat 0.043 %, vitamin A 4 594 IU, Vitamin C3.476 mg, mineral K,P,Ca, Fe, Na, Mn, Mg, Cu dan 20 macam asam amino esential (Deptan, 2003). Pada lidah buaya terdapat zat aktif aloin, asam folat, kholin serta enzim-enzim yang sangat bermanfaat untuk pemeliharaan kesehatan dan penyembuhan berbagai macam penyakit. Sejak zaman dahulu lidah buaya sudah dimanfaatkan sebagai obat penyembuh luka, sakit kulit, anti kejang, demam, meregenerasi sel yang rusak, antibiotik, meningkatkan vitalitas, menghambat sel kanker, menghambat infeksi virus, meningkatkan ketahanan tubuh, dll. Bahan berkhasiat pada lidah buaya adalah acemannan, yaitu suatu polisakarida asetilasi yang memiliki khasiat sebagai anti tumor, imunostimulan dan anti virus. Acemannan telah digunakan juga dalam pengobatan infeksi virus HIV yang bersifat sebagai imunomodulator dan anti inflamasi (Ma'at, 2000).


16. Meniran (Phyllanthus niruri L.)
Meniran memiliki khasiat sebagai obat anti virus. Golongan senyawa yang ditemukan pada meniran, diantaranya adalah triterpenoids (β-amarin, β-sitosterol, triacontanol), flavoniods (quersetin-3-o-glucosida, rutin), tannin (geraniin, amariin, gallocatechin), alkaloids (phyllantin, hypophyllantin, dll) dan asam phenolat. Secara empiris rebusan daun meniran telah sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit hati, sebagai diuretik untuk hati dan ginjal, colic, penyakit kelamin, obat batuk, ekspektoran, anti diare, seriawan panas dalam dan sebagai tonik lambung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meniran berfungsi untuk menghambat DNA polymerase dari virus hepatitis B dan virus hepatitis sejenisnya, menghambat enzim reverse transcriptase dari retrovirus, sebagai anti bakteria, anti fungi, anti diare dan penyakit gastro-intestinal lainnya. Disamping itu meniran memiliki fungsi untuk meningkatkan ketahanan tubuh penderita dengan cara meningkatkan fagositosis sel makrofag, fungsi proliferatif limfosit T, antibodi IgM dan IgG, aktivitas hemolitik, sitotoksisitas sel NK, dan khemotaksis neutrofil dan makrofag (Maat, 2000).


17. Temu Ireng (Curcuma aeruginosa L.)
Merupakan salah satu jenis tanaman yang digunakan dalam ramuan DBD yang telah banyak dimanfaatkan secara empiris untuk mengobati sel-sel hati yang rusak. Pada penderita DBD, terjadi kerusakan sel-sel hati. Secara empiris temu ireng juga bermanfaat untuk mengobati kolik, luka lambung dan usus, menambah nafsu makan, asma, batuk, mempercepat pengeluaran lochia (setelah melahirkan), mencegah obesitas, rheumatik, anthelmintik, sebagai substitusi sumber tepung. Temu ireng mengandung minyak atsiri (turmerone, zingiberene), kurkuminoid (kurkumin I, II dan III) dan alkaloid, saponin, pati, damar, lemak.


18. Jambu biji (Psidium guajava L.)
Daun jambu biji sudah banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Secara empiris, daun jambu biji bersifat antibiotik, telah dimanfaatkan untuk anti diare, sedangkan buah jambu biji untuk obat pencahar, tannin mempersempit urat darah. Daun jambu biji mengandung tannin, minyak atsiri, minyak lemak, minyak malat sedangkan buahnya mengandung Vitamin C yang tinggi. Hasil penelitian yang dikutip dari berbagai sumber daun jambu biji terbukti dapat menghambat aktivitas enzim reverse transcriptase dari virus dengue, tannin menghambat baik enzim reverse transcriptase maupun DNA polymerase dari virus serta menghambat pertumbuhan virus yang berinti DNA maupun RNA. Hasil uji klinik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kering daun jambu biji selama 5 hari mempercepat pencapaian jumlah trombosit > 100 000/µl, pemberian ekstrak kering setiap 4-6 jam meningkatkan jumlah trombosit > 100 000/µl setelah 12-14 jam, tanpa efek samping yang berarti, sehingga ekstrak daun jambu biji dapat digunakan untuk pengobatan kuratif DBD (Maat, 2003).


19. Lengkuas (Alpinia galanga L.)
Tanaman lengkuas merupakan tanaman obat yang banyak digunakan dalam pengobatan tardisional. Meningkatnya permintaan masyarakat akan produk bahan alam sebagai obat untuk menanggulangi berbagai penyakit, memerlukan kajian berbagai jenis tanaman tanaman obat yang lebih mendalam.
Lengkuas banyak digunakan sebagai bahan penyedap masakan. Ada dua jenis lengkuas yang dikenal umum yaitu lengkuas dengan rimpang berwarna merah dan lengkuas dengan rimpang berwarna putih. Umumnya untuk penggunaan sebagai obat biasa digunakan jenis lengkuas merah, sedang untuk bumbu masak adalah lengkuas putih. Dalam farmakologi Cina tanaman ini mempunyai sifat anti jamur dan anti kembung.
Penggunaanya sebagai obat adalah untuk obat reumatik, bronkitis, penambah nafsu makan, gairah sex, dll. Rimpang lengkuas mengandung lebih kurang 1 % minyak atsiri, dengan kandungan kimia utama metil sinamat, sineol, eugenol, kamfer, seskuiterpen, pinen, galangin (Sinaga, 2007), selain itu pada lengkuas juga ditemukan limonene, α-terpineol, terpene-4-ol, trans-β-farnesene, 1'-acetoxychavicol acetate,1'-acetoxyeugenol acetate, trans-p-coumaryl diacetate, coniferyl diacetate, 1'-hydroxychavicol acetate, 1'-hydroxychavicol, p-hydroxy-trans-cinnamaldehyde, p-methoxy-trans-cinnamylalcohol, 3,4-dimethoxy-trans-cinnamylalcohol, galangal A, galangal B,galanolactone, labda-8(17)-12-diene-15,16-dial and 8-17-epoxylabd-12-ene-15,16-dial (Weidner et al.,2007).
Pemanfaatan lengkuas sebagai bahan obat semakin luas dengan ditemukannya berbagai aktivitas biologis yang bermanfaat, antara lain sebagai anti oksidan, immunomodulator, menekan reaksi hipersensitif, alergi, autoimmune dan menekan rasa sakit (Weidner et al., 2007). Zat aktif acetoxychavicol acetate (ACA), yang diisolasi dari rimpang lengkuas mampu menghambat perkembangan virus HIV (Ying Ye and Baoan Li, 2006) sebagai anti mikroba terutama Bacillus substilis, Staphylococcus ureus, Penicillium sp. dan Nuerospora sp. (Nuharmen et al., 2002), dan sebagai antioksidan melalui uji DPPH (Vankar et al., 2006). Voravuthikunchai et al. (2006) melaporkan bahwa minyak atsiri lengkuas mampu menekan mikroba makanan seperti S.aureus, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan.


20. Lempuyang (Zingiber sp.)
Dikenal 3 jenis lempuyang yaitu lempuyang emprit (Z. Amaricans) dan lempuyang gajah (Z. Zerumbet) dan lempuyang wangi (Z. Aromaticum). Lempuyang emprit memiliki bentuk rimpang dan tanaman yang lebih kecil, warna daging rimpang kuning dengan rasa pahit, berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan. Lempuyang gajah mempunyai ukuran rimpang lebih besar, daging rimpang berwarna kuning, dan berkhasiat sebagai penambah nafsu makan. Lempuyang wangi memiliki daging rimpang berwarna keputihan dan berbau harum, berkhasiat sebagai pelangsing (Sastroamidjoyo, 2001).
Lempuyang merupakan tanaman semak semusim berbatang semu. Batang merupakan perpanjangan pelepah daun berbentuk bulat. Daun tunggal berseling, berwarna hijau, bulat telur panjang, ujung meruncing, tepi rata. Rangkaian bunga tanaman bebentuk tandan muncul dari batang dalam tanah, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Bagian tanaman yang banyak dimanfaatkan adalah bagian rimpang (Burkill, 1935; Alonzo, 1999; Heyne, 1987). Rimpang berkhasiat sebagai obat masuk angin, obat sakit perut, obat sesak nafas, pilek, radang usus, obat syaraf lemah, penambah darah dan penambah nafsu makan. Rimpang mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid dan tanin. Komposisi kimia utama lempuyang diantaranya adalah sesquiterpenoids (Zerumbone) dan flavonol glycosides (kaempferol). Zerumbone bersifat anti kanker (Chandra, dkk. 2008).

 

 

21. Pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.)
Pasak bumi memiliki nama daerah yang bermacam-macam yaitu di Sumatra : babi kurus, pasak bumi, bidara laut, bidara pahit, kebel atau mempel. Di Sulawesi tongkat ali, tungkei ali, mempalel, bedara merah, tongkat baginda, akar jengat semang, kayu petimah, bina (Eisai PT, 1986; 1995). Pasak bumi merupakan salah satu tanaman obat yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan (Dayak) sebagai obat kuat, demam, obat luka, gusi berdarah, anti malaria, penyakit pencernaan, tekanan darah tinggi dan tonik untuk wanita habis bersalin. Penggunaan tanaman saat ini sebagai obat kuat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan ereksi (Disfungsi Ereksi), diantaranya penyakit diabetes, stress, gangguan darah tinggi dan lain-lain.
Pasak bumi mengandung bahan kimia yang sangat pahit quassinoids (simaroubolides). Quassinoids inji telah banyak digunakan untuk mengobati berbagai mmacam penyakit. Hasil penelitian tentang fitokimia pasak bumi yang paling awal berhasil mengisolasi beta sitosterol, campesterol, 2,6-dimethoxy-p-benzoquinone dan suatu quassinoid eurycomalactone, stigmasterol dan campesterol (Kardono et al., 1991). Bahan kimia yang sangat pahit dari akar pasak bumi berhasil diisolasi yaitu mengandung berbagai komponen kimia diantaranya 10 hydroxycanthin-6-one, eurycomalactone, eurycomanone, eurycomanol. Komponen kimia lainnya adalah empat quassinoid yang juga berhasil diisolasi dari pasak bumi yaitu Pasakbumin A, B, C dan D. Pasakbumin B (eurycomanone) dan pasakbumin D menunjukkan aktivitas yang sangat tinggi terhadap penyakit ulser. Pasakbumin C (Dihydroxyeurycomanone), Eurycomanone, 9-Methoxycanthin-6-one-N-oxide, 9-Hydroxycanthin-6-one-N-oxide, Eirylactone, Eurylene.

22. Akway (Drymis sp.)
Drymis merupakan tanaman obat yang ditemukan tumbuh di hutan Papua, Australia, Philippina, Afrika dan Amerika Latin. Pemanfaatan Drymis sp. oleh masyarakat Moile di kampung Anggra dan Smerbei di pedalaman distrik Miyambouw sebelah Selatan Manokwari (Papua) adalah sebagai obat kuat untuk kaum lelaki maupun obat KB tetap untuk wanita. Pemakaiannya secara langsung dari batang yang telah dikeringkan, kemudian dikikis bagian dalam kulit tersebut dan dicampurkan pada air minum.
Penggunaan lain dari Drymis sp. adalah untuk mengetasi TBC, pnuemonia, bronchitis. Cara penggunaan yaitu dengan mengiris halus kulit batang lalu direbus dengan satu gelas air lalu diminum, dengan dosis 2 sendok makan diminum dua kali seminggu. Disamping itu, baik kulit, akar maupun daun dari tanaman akway Mambri maupun akway Athon juga digunakan untuk mengobati demam malaria dan asma. Kulit dan akar dikikis halus dicampur air, lalu diminum. Sedangkan untuk daun digunakan 2-4 lembar daun, ditumbuk lalu airnya diminum. Untuk anak-anak satu sendok makan dan untuk orang dewasa 6 sendok makan sehari (Pailiang, 2004).
Berdasarkan hasil analisis kimia menggunakan GC-MS pada ekstrak etanol kulit batang kayu akway (Drymis sp.) ditemukan 12 senyawa dengan persentase limpahan 0,57-16,72 %. Senyawa dengan persentase limpahan tertinggi yang ditemukan adalah 7,11-Epoksi isogomakron 16,72%; 9,10-Dimetil fenantren (polygodial) 8,12% dan 2,5-Dimetil-3-etilfuran 7,36% (Bermawie et al., 2006). Menurut Harbone (1987), senyawa dari golongan fenantren diketahui mampu meningkatkan produksi hormon pria dan bersifat afrodisiak. Hasil analisis ini mendukung klaim masyarakat mengenai kayu akway sebagai afrodisiak. Penemuan ini baru dan berbeda dengan klaim mengenai efek farmakologis dari polygodial yang diekstrak dari tanaman akway D. winteri.

23. Murbai (Morus alba L.)
Murbei dikenal juga dengan nama lokal besaran (Jawa). Kerta, kitau (Sumatera) atau Sangye (China). Tanaman ini berasal dari Cina, tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 m dpl. dan memerlukan cukup sinar matahari. Tumbuhan yang sudah dibudidayakan ini menyukai daerah-daerah yang cukup basah seperti di lereng gunung, tetapi pada tanah yang berdrainase baik. Kadang juga tumbuh secara liar. Secara empiris tanaman ini telah dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit antara lain demam, flu, malaria, batuk, rematik, darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes melitus), kaki gajah (elephantiasis), radang mata merah (conjunctivitis acute), memperbanyak ASI, keringat malam, muntah darah, batuk darah, batuk berdahak, kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), tidak datang haid, gangguan saluran cerna, sesan napas (asma), cacingan, muka bengkak (edema), sukar kencing (disuria), neurastenia, Jantung berdebar (palpitasi), rasa haus dan mulut kering, sukar tidur (insomnia), telinga berdenging (tinnitus), sembelit, uli, vertigo, hepatitis, kurang darah (anemia), rambut beruban, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit gigi, sakit kulit, sakit pinggang (lumbago), dan sebagai penyubur rambut.


24. Cabe jamu (Piper retrofractum Vahl)
Cabe jamu dikenal juga dengan nama daerah Cabe jawa; Cabe alas; Cabesulah; Cabean; Cabe dhawa; Cabai solah; Cabia; Cabe ongghu; Lada panjang. Tanaman ini cocok ditanam di pekarangan dan di ladang yang tanahnya tidak lembab dan banyak mengandung pasir dengan ketinggian sampai 600 m dpl. Bagian tanaman yang digunakan adalah buah. Kandungan kimia cabe jamu antara lain minyak atsiri; Pipernia; Piperidina; Hars; Zat pati; Minyak lemak .
Cabe jamu berkhasiat untuk mengobati sakit perut (Stomakik); Karminatif; Ekspektoran; Sudorofik; Diuretik; Kolagog. Resep tradisional cabe jamu untuk Gangguan pencernaan; Bronkhitis; Batuk; Asma; Ayan(epilepsi); Demam setelah melahirkan adalah sbb: Buah mentah dan kering 6 g; Madu secukupnya, Buah cabe jawa ditumbuk halus lalu ditambahkan madu, Diminum setiap hari.

***





Selamat Datang lainya :
- ENTERPRENEURSHIP RASULULLAH (2)
- ENTERPRENEURSHIP RASULULLAH (1)
- USAHA YANG DIRIDHOI ALLAH
- Indahnya Hidup Dengan Bening Hati
- Membangun Akhlak Mulia Dengan Konsep 7 B (2)
[ Kembali ]
 

Enterpreneurship
Wadah bagi para entreprenenur-entrepreneur muda yang ingin mengembangkan ilmu dan pengalaman.

Leadership
Tampilkan potensi memimpin Anda dengan bergabung dengan LP2ES - Learning Center. Kami berikan solusi untuk How To Lead with Learn To Lead.

Ekonomi Syari'ah
Berkahi usaha Anda dengan mengerti pendekatan religi dalam bisnis Anda.

Website ini dibuat dan dimaintenance oleh LP2ES - Learning Center @ 2008 Semua isi dalam website ini boleh disalin dan disebarluaskan untuk kepentingan non-bisnis dan harus sepengetahuan redaksi website LP2ES Daarut Tauhiid.